Menyusun Daftar Perkiraan (COA) – Bagian II

(II) Mempersiapkan Daftar Perkiraan

HAL-HAL KECIL BERUJUNG PADA HAL YANG BESAR

Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta. Setelah tumbuh cinta maka cinta harus dibina. Dibina dengan memperhatikan hal-hal kecil yang dapat membantu mewujudkan impian besar kita. 

Petuah ini tidaklah berbeda dalam mempersiapkan Daftar Perkiraan yang akan dipergunakan selama perusahaan berjalan dan selama Anda bekerja menggunakannya. Hal mendasar yang harus Anda pahami sebelum menyusun Daftar Perkiraan adalah mengenai Golongan Perkiraan. Pada dasarnya perkiraan digolongkan menjadi dua, yakni Aktiva dan Passiva, dan Passiva telah digolongkan kembali menjadi dua bagian yakni Kewajiban (hutang) dan Modal, sehingga didapatkan sebuah Persamaan yakni Aktiva = Kewajiban + Modal. Persamaan ini disebut dengan Persamaan Akuntansi.

Persamaan Akuntansi ini yang kemudian menjadi dasar pembuatan Neraca Keuangan (keseimbangan). Namun selain Neraca, akuntansi kemudian berkembang untuk mampu menggolongkan sisi pembiayaan dan pendapatan yang tidak dicakup dalam Neraca, sehingga diperlukan sebuah golongan yang disebut Laba \ Rugi.

Penggolongan perkiraan yang lebih dalam diperlukan dalam menyusun sebuah Daftar Perkiraan. Dan dalam Krishand GL sudah ditentukan golongan perkiraan yang dapat Anda gunakan untuk perkiraan-perkiraan yang akan Anda buat yakni:

Nomor

Gol. Persamaan

Golongan

1

Aktiva

Aktiva Lancar

2

Aktiva

Investasi Jangka Panjang

3

Aktiva

Aktiva Tetap

4

Aktiva

Aktiva Tetap Sewa Guna Usaha

5

Aktiva

Aktiva Tidak Berwujud

6

Aktiva

Aktiva Lain-Lain

7

Kewajiban

Kewajiban Jangka Pendek

8

Kewajiban

Kewajiban Jangka Panjang

9

Kewajiban

Kewajiban Lain2

10

Modal

Ekuitas

11

Laba\Rugi

Pendapatan/Penjualan

12

Laba\Rugi

HPP/Beban Usaha Langsung

13

Laba\Rugi

Beban Usaha Tidak Langsung

14

Laba\Rugi

Pendapatan/Biaya Lain2

15

Laba\Rugi

Pajak Pendapatan

 

Sekarang mulailah susun daftar perkiraan Anda. Pertama-tama buatkan perkiraan (account) untuk tiap golongan perkiraan diatas, contohnya untuk perkiraan Aktiva Lancar, Aktiva Tetap, dst. Kemudian baru Anda buatkan akun perkiraan detail yang akan digunakan dalam transaksi pembukuan Anda.

Dan berikut bagian-bagian yang perlu Anda siapkan untuk membuat Daftar Perkiraan dalam Krishand GL:

  1. Nomor Perkiraan – Persiapkan sederet penomoran khusus yang bertingkatan dan berurutan. Contoh: “0102A001
    Penjelasan:
    - Digit 1 & 2 “01″ – Kode deret urut untuk golongan misalkan “01″ untuk Aktiva.
    - Digit 3 & 4 “02″ – Kode deret urut untuk sub-golongan misalkan “02″ untuk Piutang.
    - Digit 5 s/d 8 – Kode deret urut untuk detail perkiraan seperti contoh “A001″ untuk Pelanggan urutan pertama dengan abjad awalan huruf “A”.
  2. Nama Perkiraan – Nama perkiraan dari nomor yang dibuat. Contoh: nama pelanggan sesuai contoh sebelumnya “ABDI ABADI, PT”.
  3. Nomor Perkiraan Induk - Jika perkiraan tersebut adalah turunan / sub perkiraan dari perkiraan diatasnya, maka tentukan perkiraan induknya berdasarkan nomor perkiraannya. Contoh: untuk perkiraan “0102A001 – ABDI ABADI, PT” maka menginduk ke perkiraan “0102″ yakni perkiraan “Piutang”.
  4. Golongan - Tentukan golongan perkiraan sesuai yang dapat Anda  pilih dalam Krishand GL.
  5. Mata Uang (Currency) - Tentukan mata uang yang akan digunakan dalam perkiraan tersebut. Agar dalam tiap transaksi pembukuan yang menggunakan perkiraan tersebut. Jika merupakan mata uang asing, maka pada saat pencatatan transaksi, Anda dapat langsung menentukan nilai tukarnya.

 

Hal-hal kecil berujung pada hal-hal besar. Benahi sejak dini setiap detail daftar perkiraan Anda agar dapat menjadi jalan mengembangkan usaha Anda menjadi lebih besar lagi.

This entry was posted in General Ledger, Panduan, Tutorial. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>